Rabu, 05 April 2017

BTS (방탄소년단) - 둘! 셋! (그래도 좋은 날이 더 많기를) (Two! Three! (Hoping For More Good Days))

==========================  한글  ==========================

꽃길만 걷자
그런 말은 난 못해
좋은 것만 보자
그런 말도 난 못해
이제 좋은 일만 있을 거란 말
더는 아프지도 않을 거란 말
그런 말 난 못해
그런 거짓말 못해

너넨 아이돌이니까
안 들어도 구리겠네
너네 가사 맘에 안 들어
안 봐도 비디오네
너넨 힘 없으니 구린 짓
분명히 했을텐데
너네 하는 짓들 보니
조금 있음 망하겠네
Thank you so much
니들의 자격지심
덕분에 고딩 때도 못한 증명 해냈으니
박수 짝짝 그래 계속 쭉 해라 쭉
우린 우리끼리 행복할게
good yeah i’m good

괜찮아 자 하나 둘 셋 하면 잊어
슬픈 기억 모두 지워 내 손을 잡고 웃어

괜찮아 자 하나 둘 셋 하면 잊어
슬픈 기억 모두 지워
서로 손을 잡고 웃어

그래도 좋은 날이 앞으로 많기를
내 말을 믿는다면 하나 둘 셋
믿는다면 하나 둘 셋

그래도 좋은 날이 훨씬 더 많기를
내 말을 믿는다면 하나 둘 셋
믿는다면 하나 둘 셋

하나 둘 셋
하면 모든 것이 바뀌길
더 좋은 날을 위해
우리가 함께이기에

무대 뒤 그림자 속의 나 어둠 속의 나
아픔까지 다 보여주긴 싫었지만
나 아직 너무 서툴렀기에
웃게만 해주고 싶었는데
잘 하고 싶었는데
So thanks
이런 날 믿어줘서
이 눈물과 상처들을 감당해줘서
So thanks
나의 빛이 돼줘서
화양연화의 그 꽃이 돼줘서

괜찮아 자 하나 둘 셋 하면 잊어
슬픈 기억 모두 지워 내 손을 잡고 웃어

괜찮아 자 하나 둘 셋 하면 잊어
슬픈 기억 모두 지워
서로 손을 잡고 웃어

그래도 좋은 날이 앞으로 많기를
내 말을 믿는다면 하나 둘 셋
믿는다면 하나 둘 셋

그래도 좋은 날이 훨씬 더 많기를
내 말을 믿는다면 하나 둘 셋
믿는다면 하나 둘 셋

믿는다면 하나 둘 셋
믿는다면 하나 둘 셋
믿는다면 하나 둘 셋
믿는다면 둘 셋 say

괜찮아 자 하나 둘 셋 하면 잊어
슬픈 기억 모두 지워 내 손을 잡고 웃어

괜찮아 자 하나 둘 셋 하면 잊어
슬픈 기억 모두 지워
서로 손을 잡고 웃어

그래도 좋은 날이 앞으로 많기를
내 말을 믿는다면 하나 둘 셋
믿는다면 하나 둘 셋

그래도 좋은 날이 훨씬 더 많기를
내 말을 믿는다면 하나 둘 셋
믿는다면 하나 둘 셋

괜찮아 자 하나 둘 셋 하면 잊어
슬픈 기억 모두 지워 내 손을 잡고 웃어

괜찮아 자 하나 둘 셋 하면 잊어
슬픈 기억 모두 지워
서로 손을 잡고 웃어

==========================  ENGLISH  ==========================

Let’s only walk on flower trails,
I can’t say that
Let’s only see good things,
I can’t say that either
Saying that there will only be good things from now on
Saying that you won’t get hurt
I can’t say that
I can’t lie like that

Because you’re all idols
It sucks even if I don’t hear it
I don’t like your lyrics
It’s a video even if I don’t see it (T/N: Meaning that it’s already obvious)
Because you don’t have power you would certainly
have done dirty deeds
Observing how you act
Soon you’ll cease to exist
Thank you so much
Because of all of your self-reproach,
I was able to prove myself something I wasn’t able to do when in high school
Hands clapping yes keep on going keep on going
We’ll be happy by ourselves
Good yeah i’m good

It’s okay come on when I say one two three forget it
Erase all sad memories hold my hand and smile

It’s okay come on when I say one two three forget it
Erase all sad memories
Smile holding onto each other’s hands

Hoping for more good days
If you believe what I say then one two three
If you believe then one two three

Hoping for more good days
If you believe me then one two three
If you believe then one two three
Hoping that everything will change when we say,

One two three
For a better day
Because we are together

Me, a shadow behind the stage Me, in the depth of darkness
I didn’t want to show everything including my pain
But because I’m still unaccustomed
I just wanted to make you smile
I wanted to do good
So thanks
Believing in someone like me
Dealing with these tears and wounds
So thanks
For becoming my light
For becoming the flower in the most beautiful moment in life

It’s okay come on when I say one two three forget it
Erase all sad memories hold my hand and smile

It’s okay come on when I say one two three forget it
Erase all sad memories
Smile holding onto each other’s hands

Hoping for more good days
If you believe what I say then one two three
If you believe then one two three

Hoping for more good days
If you believe what I say then one two three
If you believe then one two three

If you believe then one two three
If you believe then one two three
If you believe then one two three
If you believe then two three say

It’s okay come on when I say one two three forget it
Erase all sad memories hold my hand and smile

It’s okay come on when I say one two three forget it
Erase all sad memories
Smile holding onto each other’s hands

Hoping for more good days
If you believe what I say then one two three
If you believe then one two three

Hoping for more good days
If you believe what I say then one two three
If you believe then one two three

It’s okay come on when I say one two three forget it
Erase all sad memories hold my hand and smile

It’s okay come on when I say one two three forget it
Erase all sad memories
Smile holding onto each other’s hands

==========================  ROMANIZATION  ==========================

kkoccgilman geotja
geureon mareun nan moshae
joheun geosman boja
geureon maldo nan moshae
ije joheun ilman isseul georan mal
deoneun apeujido anheul georan mal
geureon mal nan moshae
geureon geojismal moshae

neonen aidorinikka an deureodo gurigessne
neone gasa mame an deureo an bwado bidione
neonen him eopseuni gurin jit bunmyeonghi haesseultende
neone haneun jisdeul boni jogeum isseum manghagessne
(Thank you so much) nideurui jagyeokjisim
deokbune goding ttaedo moshan jeungmyeong haenaesseuni
baksu jjakjjak geurae gyesok jjuk haera jjuk
urin urikkiri haengbokhalge good yeah I’m good

gwaenchanha ja hana dul set hamyeon ijeo
seulpeun gieok modu jiwo nae soneul japgo useo
gwaenchanha ja hana dul set hamyeon ijeo
seulpeun gieok modu jiwo seoro soneul japgo useo

geuraedo joheun nari apeuro manhgireul
nae mareul mitneundamyeon hana dul set
mitneundamyeon hana dul ses
geuraedo joheun nari hwolssin deo manhgireul
nae mareul mitneundamyeon hana dul set
mitneundamyeon hana dul set

hana dul set
hamyeon modeun geosi bakkwigil
deo joheun nareul wihae
uriga hamkkeigie

mudae dwi geurimja sogui na, eodum sogui na
apeumkkaji da boyeojugin silheossjiman
na ajik neomu seotulleossgie
usgeman haejugo sipeossneunde
jal hago sipeossneunde

(So thanks) ireon nal mideojwoseo
i nunmulgwa sangcheodeureul gamdanghaejwoseo
(So thanks) naui bicci dwaejwoseo
hwayangyeonhwaui geu kkocci dwaejwoseo

gwaenchanha ja hana dul set hamyeon ijeo
seulpeun gieok modu jiwo nae soneul japgo useo
gwaenchanha ja hana dul set hamyeon ijeo
seulpeun gieok modu jiwo seoro soneul japgo useo

geuraedo joheun nari apeuro manhgireul
nae mareul mitneundamyeon hana dul set
mitneundamyeon hana dul set
geuraedo joheun nari hwolssin deo manhgireul
nae mareul mitneundamyeon hana dul set

mitneundamyeon hana dul set
mitneundamyeon hana dul set
mitneundamyeon hana dul set
mitneundamyeon hana dul set
mitneundamyeon dul set say!

gwaenchanha ja hana dul set hamyeon ijeo
seulpeun gieok modu jiwo nae soneul japgo useo
gwaenchanha ja hana dul set hamyeon ijeo
seulpeun gieok modu jiwo seoro soneul japgo useo

geuraedo joheun nari apeuro manhgireul
nae mareul mitneundamyeon hana dul set
mitneundamyeon hana dul ses
geuraedo joheun nari hwolssin deo manhgireul
nae mareul mitneundamyeon hana dul set
mitneundamyeon hana dul ses

gwaenchanha ja hana dul set hamyeon ijeo
seulpeun gieok modu jiwo nae soneul japgo useo
gwaenchanha ja hana dul set hamyeon ijeo

seulpeun gieok modu jiwo seoro soneul japgo useo

Senin, 13 Maret 2017

😊😊😊

Ada saat dimana ketika aku tersadar, bahwa ia yang dulu selalu meringankan bebanku, mulai menciptakan beban untukku..

Bahwa ia yang dulu selalu menjadi tumpuanku, kini tak pernah ada bahkan ketika hatiku menjeritkan namanya.

Bahwa ia yang dulu selalu menjadi sumber senyum dan tawaku, kini hanya menyisakan luka dan menimbulkan air mata di wajahku.

Bahwa ia yang dulu selalu ku sebutkan namanya dalam doaku, kini aku takut bahkan hanya untuk mengingat namanya.

6 tahun, bukan waktu yang sebentar. 6 tahun, cukup untukku melihatnya tumbuh, cukup untuknya menyaksikanku bertambah usia.

6 tahun, tidak hanya diisi dengan luka dan tangis. Ia juga memberiku senyum dan pelangi setelah badai yang kencang. Ia memberiku kekuatan dikala aku merasa tubuhku tidak lagi kuat untuk melangkah. Ia bahkan menggenggam tanganku disaat aku merasa dunia tengah mengasingkan dan mengadiliku.

Tetapi, perlahan ia mulai melepaskan genggaman tangan itu. Ia berjalan kedepan, dengan tanpa melihatku yang telah tertinggal jauh dibelakang.

Ia tidak menyadari, kakiku tengah terluka akibat jalan berlubang dan penuh kerikil yang kulewati. Ia tidak menyadari, aku disini mulai kehabisan kekuatan, aku disini sedang sangat kelelahan dan butuh beristirahat.

Dan tanpa mengetahui beban dan luka yang sedang kutanggung, ia menoleh penuh amarah ke arahku. Seakan mempertanyakan mengapa langkahku begitu lambat, mengapa aku sangat manja dan lemah. Tanpa menghampiriku yang mulai meneteskan air mata, ia terus berjalan maju. Walau bibirnya berkata ia akan menungguku, tetapi entah bagaimana hatiku merasa sangat jauh darinya. Walau matanya menatapku penuh nanar dan rasa sayang, tetapi entah kenapa tatapan itu sangat menusuk dan menyakiti hatiku.

Ia berkata sayang, tapi ia menggenggam duri dikedua tangannya. Bagaimana bila aku meraihnya? Ya, aku akan terluka. Dan saat itulah aku menyadari, hati kita, langkah kita, tatapan kita, sudah tidak lagi satu arah. Tujuan kita mulai berbeda, entah sejak kapan. Yang aku tahu, kau mulai mempertahankan keegoisanmu dan akupun begitu. Kita saling sayang, tetapi saling menyakiti.

Sampai akhirnya puncak dari semua itu terjadi. Tanpa hal yang jelas, tanpa hal yang pasti, rasa sayang itu menghilang. Itu bukan inginku, bukan mauku. Tetapi mungkin Tuhan tahu, hatiku sudah tidak sanggup lagi, untuk meneruskan bertahan bersamamu. Mungkin Tuhan tahu, hatiku benar-benar sedang sakit dan butuh beristirahat. Mungkin Tuhan tahu, kamu bukanlah yang terbaik untukku.

Aku tidak pernah menyesal, telah melewatkan 6 tahun bersamamu. Aku bahagia, dan bersyukur atas semua kasih sayang yang telah dicurahkan padaku. Tetapi, disaat hati telah berubah, tidak ada yang bisa kita lakukan selain menerimanya, kan?

"Kebahagiaan dimasa lalu tidak menjamin kebahagiaan dimasa depan"..

tetapi ingatlah..

"luka dimasa kini, bisa menuntun kita menuju kebahagiaan dimasa depan"

~lisda~

Sabtu, 24 September 2016

New Dreams

mimpi yang terakhir kali dan bahkan sampai saat ini yang selalu kuharapkan adalah mendapatkan gelar S.IP (sarjana hubungan internasional). bahkan setelah aku mendapatkan gelar S.Ked, hatiku selalu berkata "aku ingin kuliah HI". sampai akhirnya perlahan-lahan otak dan hatiku mulai berdebat.
kedokteran, adalah impian kedua orang tuaku. bahkan sudah sejak usiaku belasan tahun, orang tuaku selalu menjejalkan padaku dan kakakku tentang kedokteran. mulai dari betapa asyiknya kuliah kedokteran, betapa membahagiakan dan membanggakannya bila ada seorang dokter dalam keluarga kami (fyi, keluargaku adalah keluarga guru), betapa menjanjikannya kehidupan seorang dokter, dan bahkan bila seorang perempuan bekerja sebagai dokter, dia tidak perlu jauh2 bekerja dari keluarganya karena bisa membuka praktik di rumah. dan semua masukan-masukan dan hasutan-hasutan itu terus berlanjut hingga aku mendekati ujian nasional SMA. tetapi hatiku tidak berubah, selalu dan selalu menginginkan HI dan bahkan dengan tegasnya aku mengatakan pada orang tuaku, "Pa Ma, aku mau kuliah HI di jogja". bisa dibayangkan bagaimana reaksi mereka? tentu saja marah. tapi rupanya mereka masih tidak menyerah. H-1 UN, lagi-lagi mereka membujukku untuk kuliah kedokteran. dan aku yang telah menolak berkali-kali itu entah bagaimana bisa tiba-tiba pikiranku mulai terbuka, 

"kalau bukan sekarang, kapan lagi aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku?"

kehidupanku sebelum SMA adalah kenangan yang sangat sangat buruk untuk ku ingat. bahkan kalau bisa aku ingin melupakannya, ingin menganggapnya tidak pernah terjadi, tapi kejadian-kejadian itulah yang menciptakan keadaanku yang skg. dan karena kenangan buruk itulah, hati dan pikiranku mulai sejalan. aku memilih kedua orang tuaku. aku ingin mereka bahagia, walaupun itu artinya aku harus merelakan cita-cita yang sudah sejak lama ku inginkan. selama hal itu bisa menimbulkan senyum untuk kedua orang tuaku, aku tidak masalah. hanya dengan melihat mereka tersenyum, semua bebanku terasa jauh lebih ringan.

tetapi semua tidak berjalan semulus pemikiran polosku. setelah 2 tahun menjalani kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran, hatiku mulai mengeluh. hatiku mulai memberontak dan tidak terima dengan keadaanku. lagi-lagi, aku menginginkan HI. dan lagi-lagi aku melupakan tujuan dan alasan utamaku dalam menerima kedokteran dalam hidupku. ditambah lagi, beberapa orang temanku sedang menjalani kuliah HI, cita-citaku. dan hatiku saat itu benar-benar termakan rasa iri dan cemburu. betapa aku ingin mengembalikan waktu dan tetap mengambil HI.

tetapi perjalananku di dunia kedokteran sudah separuh jalan. akhirnya aku tetap menjalaninya walaupun dengan setengah hati (dan hasilnya, nilaiku turun drastis). pikiran bodohku pun mulai ku ikuti, tidak masalah nilaiku hancur yang penting bisa cepat-cepat lulus. karena apa? karena setelah lulus aku ingin melanjutkan kuliah di HI (again!). entah bagaimana bisa HI begitu memasuki hati dan pikiranku.

sampai akhirnya saat ini aku telah mendapatkan gelar S.Ked dan tengah menjalani masa pengambilan profesi atau yang bisa kami sebut dengan CoAss (Co Assistant/dokter muda). dan hari ini, 24 September 2016 adalah bulan ke-3 ku menjalani masa-masa coAss, dan dengan ajaibnya, hatiku mulai berdegup atas hal yang baru. ya, mimpi yang baru.

sudah lama sekali sejak terakhir kali hatiku berdegup jika memikirkan cita-cita dan keinginanku dimasa depan. dan hari ini, aku merasakannya kembali. rasanya sungguh membahagiakan bisa merasakannya. membuatku bersemangat dalam melakukan apapun, membuatku bahagia meski hanya dengan memikirkannya, membuatku tidak lagi pasrah dan menjalani semuanya dengan serba pas-pasan. dan saat ini pun, aku yakin apa yang menjadi keinginanku akan membuat kedua orang tuaku ikut berbahagia.

kedokteran bukanlah sesuatu yang ku benci, tetapi juga bukan sesuatu yang ku sukai. 
sudah hampir 4 tahun ini aku menunggu saat-saat dimana aku mendapatkan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan kedokteranku.
sudah hampir 4 tahun ini aku mencoba untuk mencari suatu bidang dalam kedokteran yang mungkin akan cocok denganku dan bisa ku sukai sama seperti aku menyukai HI.
dan saat ini, perlahan aku mulai menemukannya.
ya, hal itu tidak jauh-jauh dari dunia kedokteran (karena memang masih dalam dunia kedokteran sih :p)

hal itu adalah ...

aku ingin melanjutkan pendidikan kedokteranku di luar Indonesia, yaitu di negeri ginseng (yup, korea selatan) !

jurusan? aku bisa menentukannya nanti setelah menjalankan dunia per coAss-an ku di sini, untuk mencari tahu bidang apa yang paling kusukai.

kenapa aku menyebutnya mimpi yang baru? padahal toh hanya sekedar keinginan untuk melanjutkan pendidikan seperti orang-orang kebanyakan.

karena, bahkan meski hanya sebentar pun sebenarnya dalam hatiku tidak ada niatan untuk melanjutkan pendidikanku (mau itu S2 ataupaun sekolah spesialis), karena (lagi-lagi) aku ingin sekolah HI.

lalu kenapa tidak tetap mengambil kuliah HI saja setelah selesai nanti?

karena itu bukanlah keputusan yang gampang untuk aku ambil. bayangkan bagaimana sedihnya orang tuaku kalau tahu aku akan mengambil HI dan bukannya melanjutkan pendidikan kedokteranku? maka semua usaha, kerja keras, dan harapan kedua orangtuaku akan sia-sia. semua keringat, air mata, tawa akan terasa tidak berguna kalau aku tetap mengambil HI lagi dan mengabaikan pendidikan kedokteranku.

kenapa harus korea? kenapa bukan negara lain atau kenapa tidak di Indonesia saja?

I don't know. sama halnya seperti aku menyukai HI. kenapa harus HI? kenapa aku tidak bisa menyukai kedokteran seperti aku menyukai HI? korea bukan satu-satunya negara yang ku kagumi dan sukai. ada 1 negara yang jauh lebih ku kagumi yaitu, Saudi Arabia. lalu kenapa tidak disana? karena menurutku Arab terlalu jauh untuk aku jangkau. bayangkan, perjalanan Indo-Arab memakan waktu sekitar 9-10 jam. dan aku adalah tipe orang yang mudah Home Sick. terus kenapa tidak di malaysia aja, kan lebih dekat tuh daripada korea. karena aku juga ingin mencoba hal-hal yang baru, hal-hal yang menantang. di malaysia sana berkomunikasi kebanyakan dengan bahasa inggris atau bahkan melayu. dan aku ingin mencoba bahasa lain selain kedua itu. lalu kenapa tidak di jepang, china, thailand, atau negara-negara lain yang lebih dekat? well, karena korea adalah negara kedua yang kusukai setelah Arab Saudi :p. intinya, menyukai tidak memerlukan suatu alasan khusus bukan?

saat ini, aku merasa seperti hidup kembali. hariku mulai terasa cerah. aku seperti memiliki tujuan dalam menjalani semua ini. aku memiliki alasan dan tujuan untuk mendapatkan hasil terbaik. dan semua itu terasa menyenangkan. ya, bagaimanapun, hidup dengan impian jauuuuuh terasa lebih membahagiakan. dan aku bersyukur, Allah memberiku mimpi yang baru yang tidak akan membuat kedua orang tuaku kecewa.

ya Allah, semua keinginan, rencana dan niat baik ini ku serahkan padaMu. lancarkanlah, dan jauhkanlah segala rintangan dan halangan yang mungkin dapat menghambatnya. karena Engkau adalah sebaik-baiknya tempat berharap semua hambaMu. dan terima kasih, karena telah mengijinkanku merasakan perasaan membahagiakan seperti ini lagi.

Kamis, 11 Desember 2014

...

I was wrong. And it was my faults. I'm sorry... and forgive me.

Sabtu, 06 Desember 2014

I'll try my best to not come back anymore... I promise you..

Coba bayangkan, bagaimana jika seseorang yang selama ini selalu kau banggakan didepan teman-temanmu, didepan saudaramu, bahkan didepan kedua org tuamu, ternyata dia merasa malu terhadapmu? Dia malu, jika orang lain tahu bahwa dia berhubungan denganmu. Dia malu, jika orang lain melihat mereka jalan berdua. Dia malu, untuk menunjukkan dirimu didpn org lain, bahkan teman-temannya.

Hatiku sakit, ketika pertama kali aku mengetahui kenyataan itu. Kenapa? Aku salah apa sampai kau merasa malu dengan diriku.. dengan keberadaanku.. dengan kenyataan bahwa kita saling kenal dan berkomunikasi.. kenapa kamu melakukan itu padaku?

Sejak hari itu, bahkan sampai detik ini.. hatiku masih terasa sakit dan perih. Dia, merupakan satu dari kekuatanku utk menjalani kehidupanku. Dia kebangganku. Tetapi ternyata, aku hanya menyusahkan dia.

Ya Allah, hanya Engkau yang bisa membolak balikkan perasaan hambaMu. Kumohon, hilangkan rasa ini.. buanglah rasa ini jauh-jauh dari hatiku. Aku ingin menjauhinya. Aku tidak ingin menjadi beban untuknya.

Tidak apa aku terluka, tetapi biarlah dia bahagia dengan sebagaimana kehidupannya sekarang. Mungkin saja, dengan tanpa adanya diriku, dia bisa menjalani semua dengan lebih tenang dan bahagia. Tanpa harus menahan diri karena rasa malu. Tanpa harus bermain kucing-kucingan dengan semua temanny hanya agar mereka tidak menyadari keberadaanku.

Aku tidak tahu, sejak kapan keberadaanku tidak lagi diinginkan. Aku tidak tahu, sejak kapan keberadaanku jadi menyusahkan dia. Karena itulah, kumohon, berikan kemudahan padanya dalam menjalani kehidupanny untuk kedepan..

Aku akan mundur.

Semua kulakukan untuk dia. Meski dia telah menyakiti hatiku sedalam ini, tapi rasa banggaku padanya ternyata tdk bisa pudar. Aku mengaguminya. Selalu. Bahkan sampai saat ini tanpa sadar aku msh suka membanggakannya didepan teman-temanku.

Ya Allah, aku tidak ingin dia terluka. Ak tidak ingin dia merasakan apa yang kurasakan saat ini. Kutitipkan dia padaMu ya Allah. Jaga dirinya, jaga senyumnya, jangan biarkan dia jatuh sakit, dan kuatkan hatinya selalu. Aku ingin dia bahagia, tulus dari dalam hatiku. Meskipun aku telah berusaha untuk membencinya, tetapi aku tidak bisa.

Meskipun aku tahu, jauh darinya adalah hal tersulit yang ku lakukan. Aku selalu gagal dalam keinginan untuk menjauhinya. Tetapi, saat ini keberadaanku sudah tidak diinginkan. Dan aku hanya menyusahkan dia, membuat hatinya tidak tenang dan harus selalu berbohong pada orang lain. Karena itu, aku mohon, kuatkanlah hatiku. Jaga senyumku. Mudahkan aku untuk bernafas lega. Tenangkan pikiranku. Dan, tahanlah diriku disaat aku berusaha untuk kembali padanya.

Aku titipkan dia padaMu ya Allah

Jumat, 05 Desember 2014

Catatan kecil untukmu, Allah...

Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarrokatuh..

Ya Allah, kenapa rasany semenyakitkan ini. Sakiit sekali sampai membuatku tidak berhenti meneteskan air mata. Kenapa rasanya sesesak ini, hingga membuatku kesulitan bernafas.

Ya Allah, aku memohon perlindunganmu. Dari rasa sedih dan kecewa yang dapat membuatku terpuruk lebih dalam pada sebuah kesengsaraan batin.

Ya Allah, aku memohon padamu, berikan sedikit kekuatanMu padaku, agar hatiku bisa jauh labih tegar dan kuat dalam menahan rasa sakit ini.

Ya Allah, aku memohon padamu jauhkan dari amarah dan dendam. Yang dapat membuatku menjauh dariMu dan tersesat dari jalanku menuju cahaya terangMu, surgaMu.

Ya Allah, aku memohon padamu, jadikanlah hatiku sebagai hati yang mudah memaafkan. Sehingga diriku terhindar dari segala ketidaktenangan dalam menjalani kehidupanku.

Kuatkanlah hatiku, dari setiap kata yang berusaha untuk menjatuhkanku. Kuatkanlah jiwaku agar tidak lagi mudah terluka oleh pisau dan pedang yg berusaha untuk menggoresku. Dan berikan kekuatanMu agar bibirku terus mampu mengukir senyum dibalik setiap perbuatan mereka yang dapat menghilangkan senyumku.

Dan berikan aku hati yang mudah mengikhlaskan, atas setiap perkataan, perbuatan, dan segala sesuatu yang dapat menyeretku dalam ketidakberdayaan untuk bangkit berjuang kembali,

Aku yakin, Engkau adalah yang paling tahu bagaimana bentuk dari hatiku saat ini. Engkaulah yang paling mengerti seberapa sakitnya hati ini atas kejadian ini. Engkau pula lah yang paling tahu, mengapa engkau memberikan kejadian ini padaku, jika bukan karena Engkau tahu, bahwa hambaMu ini pasti mampu melewati semuanya dengan baik.

Tuntun aku, rangkul pundakku, berikan pencahayaan pada jalanku, untuk menuju dimana tempatmu berada. Agar aku bisa memelukMu, menumpahkan segala keluh kesahku padaMu, agar aku bisa leluasa menangis dalam pelukanMu. Agar aku bisa merasakan Usapan tanganMu pada punggungku yang ingin menguatkanku, dan meyakinkanku bahwa semua akan baik2 saja, bahwa akan selalu ada Engkau yg akan menemani setiap langkahku.

Bahwa aku tidaklah sendirian